Back to University



Sudah tanggal 18 November 2012 ya ternyata. Rasanya sebentar saja liburan kuliah ini. Padahal seperti kemarin aja baru UTS, ckckckck.............................hehehe. Dari pada bingung mending bloging dulu aja. akh.

Oh lupa juga bahwa besok harus ngumpulin tugas bikin artikel tentang "Cara Kerja Printer". Bingung mau cari artikel di web mana ya ??? rata rata semuanya copas aja sii........

Ada yang bisa nyaranin nggk yah untuk web dengan artikel yang tidak sembarangan 'Copy Paste'.

Ni artikel yang aku ketik dari situs lain, cuman lupa sumber situsnya dari mana coz waktu itu tak save aja hehehe.....



SEJARAH DAN CARA KERJA PRINTER

Teknik cetak sudah dilaksanakan secara sederhana di Cina pada abad ke-14. Inovasi orang – orang  Cina telah berhasil menciptakan tinta dan block printing yang berpengaruh terhadap tradisi tulisan. Tetapi  perkembangan teknik cetak di Cina tidak sehebat dengan perkembangan yang terjadi di Eropa. Hal ini disebabkan alfabet Cina memiliki ribuan ideogram spesifik, yang sangat sukar jika diterapkan dalam mesin tik. Akibatnya, hampir tidak ada perubahan yang berarti dalam hal efisiensi produksi Cina sebagaimana terjadi di Eropa.
Di awal tahun 1950-an, terjadi perkembangan budaya yang sangat pesat di Eropa  yang menimbulkan kebutuhan akan produksi dokumen tulisan  yang cepat dan murah. Adalah Johannes Gutternberg, seseorang tukang emas dan usahawan asal Jerman, yang berhasil mengembangkan teknologi mesin cetak yang telah mengubah teknik cetak secara revolusioner. Percetakan sendiri mungkin merupakan penemuan yang paling penting pada millenium lalu, walaupun dampak yang ditimbulkan pada perekonomian global tidak terlalu besar. Penemuan mesin cetak ini memungkinkan Alkitab jadi buku pertama  yang diproduksi secara massal.
Di abad 21  ini teknologi berkembang dengan cepat dan tidak mengenal batas ruang dan waktu. Salah satu teknologi yang sangat bermanfaat digunakan oleh orang seluruh dunia adalah komputer. Dengan komputer banyak tugas manusia yang bisa terselesaikan. Komputer sebagai alat yang membantu tugas manusia. Banyak hal yang bisa dilakukan manusia dengan komputer. Salah satu prinsip yang bisa manusia amil dari komputer adalah WYSIWYG (What You See Is What You Get), apa yang terlihat (di layar monitor atau media input) itu adalah apa yang akan anda dapatkan. Semua itu tidak lepas dari fungsi sebuah alat yang dinamakan Printer.
Dari waktu ke waktu teknologi printer terus berkembang sehingga mau tidak mau bagi seseorang yang selalu berhubungan dengan komputer dan peralatan lainnnya harus terus mengikuti perkembangan tersebut. Printer dalam bahasa Indonesia berarti pencetak (alat cetak). Istilah ‘printer ‘ saat ini sering digunakan untuk menyebut alat cetak yang terhubung dengan komputer. Untuk menghubungjan printer dengan komputer diperlukan sebuah kabel yang terhubung dari printer ke komputer. Saat ini merek printer yang sering digunakan adalah Epson, Canon, HP, Brother, Lexmark.

Fungsi Printer
Printer adalah salah satu hardware yang terhubung ke komputer  dan mempunyai fungsi unuk mencetak tulisan, gambar, dan tampilan lainnya dari komputer ke media kertas atau sejenis. Istilah yang dikenal pada resolusi printer yaitu dpi (dot per inch). Maksudnya adalah banyaknya jumlah titik dalam luas area satu inci. Semakin tinggi resolusinya maka semakin bagus hasil cetakannya dan sebaliknya semakin kecil resolusinya semakin kurang hasil cetakannya / semakin jelek hasil cetakannya.
Jenis – jenis Printer

Printer Dot Matrix
Jenis printer Dot Matrix merupakan printer yang metode pencetakannya menggunakan pita. Cetakan yang dihasilkan terlihat seperti titik titik yang saling menghubungkan satu dengan lainnya, sehingga hasil cetakan kurang halus dan juga kurang bagus. Menurut sejarahnya Dot Matrix ini pada awalnya menggunakan 9 pin, yang artinya dalam satu huruf akan dicetak dengan kombinasi dari 9 titik, kemudian semakin berkembang menjadi 24 pin dan tentunya dengan begitu hasil cetakan akan lebih halus. Produsen printer jenis ini yang cukup terkenal adalah merek Epson, dengan produknya Epson LX – 300, LX – 800 dan lain lain.

Cara Kerja Printer Dot Matrix
Printer Dot Matrix pertama dikenal pada tahun 1964. Pada tahun 1970, sebagian besar industri printer dot matrix dimiliki oleh perusahaan Digital dan Centronics, dan Centronics lebih memilih pasar low – end  dibandingkan dengan Digital. LA30, LA36, dan Centronics 101 adalah printer dot matrix pada masa awal perkembangan printer dot matrix. Pada tahun 1970 – 1990  printer dot matrix merupakan printer yang paling dapat diandalkan dari segi hasil dan harganya. Pada tahun 1990 mulai muncul printer dot matrix yang mendukung koneksi komputer menggunakan port USB
Printer Dot Matrix adalah pencetak yang resolusi cetaknya masih sangat rendah. Selain itu ketika sedang mencetak, printer jenis ini terdiri atas 7 atau 9 ataupun 24 jarum yang tersusun secara vertikal dan membentuk sebuah kolom. Pada saat bekerja, jarum yang ada akan membentuk karakter (character) images melalui gesekan – gesekan jarum pada karbon dari kertas. Printer jenis ini juga merupakan character printer. Kecepatannya sangat bervariasi, tpi untuk Epson LX – 80, adalah 80 character per second
Pada saat head – printer bergerak dari kiri ke kanan sambil menyentuh kertas, maka huruf yang sudah terpola dalam suatu susunan jarum akan segera muncul. Pola huruf ini kemudian diterima oleh pita karbon yang dibaliknya terdapat kertas, dan terjadilah percetakan huruf demi huruf.
Setiap character yang terbentuk akan menimbulkan suatu pola unique yang terdiri dari pelbagai titik dalam dimensi sebuah matrix. Jenis printer dot – matrix sangatlah bervariasi, ada yang berjenis color dan ada pula yang non – color. Umumnya, printer dot matrix hanya punya satu warna, yaitu hitam. Untuk jenis printer color, digunakan pita ( karbon/ribbon ) khusus yang mempunyai 4 warna, yaitu hitam, biru, merah dan kuning.
Printer ini masih banyak digunakan karena memang terkenal ‘bandel’ (awet). Kelebihan lainnya, pita printer dot matrix jauh lebih murah dibandingkan dengan toner (tinta) untuk jenis printer inkjet dan laserjet.

Printer Inkjet  
Printer ini pertama dikembangkan secara ektensif sejak 1950 dan printer inkjet yang dapat memproduksi citra dari komputer baru dikembangkan pada 1970 dan dikuasai oleh Epson, Hewlet – Packard, dan Canon.
Jenis printer inkjet merupakan jenis printer yang metode pencetakannya menggunakan tinta cair. Hasil cetakan dari printer Inkjet lebih halus daripada hasil cetakan printer dot matrix. Jenis printer inkjet ini juga bisa mencetak warna (selain hitam).

Cara Kerja Printer
Pada printer jenis inkjet menggunakan teknologi dor on demand, yaitu dengan cara menyemprotkan titik titik kecil tinta pada kertas melalui nozzle ( lubang pipa ) yang sangat kecil. Teknologi lainnya yang dikembangkan oleh produsen seperti Canon dan HP dengan menggunakan panas. Panas tersebu dapat membuat gelembung – gelembung tinta sehingga jika semakin panas akan menekan tinta ke nozzle yang ditentukan dan tercetak pada kertas.
Karena menggunakan tinta cair, hasil cetakannya menunggu beberapa detik agar bisa kering. Jenis priner inkjet ini penempatan dan pengisian tintanya bisa dimodifikasi dengan teknik infus, yaitu dengan menambahkan tabung tinta khusus bagian luar printer dan disambung dengan selang kecil untuk dihubungkan pada bagian pencetak di mesin printer

Printer Laser Jet
Printer laser pertama ditemukan oleh Gary Starkweather di Xerox pada tahun 1969. Prototipenya adalah sebuah mesin fotokopi Xerographic yang dimodifikasi.
Printer laser warna memiliki cara kerja yang lebih kompleks karena selain memiliki lebih dari satu skema photoreceptor, juga harus tepat alignment antar warnanya.
Jenis printer laser jet merupakan jenis printer yang metode pencetakannya menggunakan tinta bubuk ( toner )  yang dibantu dengan perangkat infra merah. Selain hasil cetak lebih bagus dibandingkan dengan jenis printer dot matrix maupun printer inkjet, printer laser jet juga memiliki kecepatan pencetakan yang tinggi dan hasil cetaknya pun lebih cepat kering seperti pada hasil cetakan mesin fotokopi.

Cara Kerja
Sebenarnya cara kerja printer laser mirip dengan mesin fotokopi, yaitu menggunakan photgraphic drum.
Prosesnya seperti ini :
·         Kawat corona mengalirkan listrik statis yang membuat drum ( photo conductor ) bermuatan positif
·         Unit laser ( explosition ) menyorotkan sinar pada permukaan drum yang berputar sesuai dengan informasi yang diperoleh dari komputer. Dengan cara ini, laser menggambar huruf atau citra yang akan dicetak sebagai sebuah pola muatan listrik / sebuah citra listrik yang bermuatan negatif
·         Selanjutnya toner atau tinta berwujud serbuk ditaburkan pada drum. Karena toner bermuatan positif, akan menempel pada area bermuatan negatif pada drum, yaitu area yang tadi sudah disorot dengan sinar laser
·         Baki kertas memasukkan selembar kertas sehingga digiling oleh drum. Sebelumnya, kertas diberi muatan negatif oleh kawat corona. Muatan itu lebih besar dari muatan negatif citra listrik statis sehingga kertas dapat menarik serbuk toner yang bermuatan positif. Karena berputar dengan kecepatan yang sama dengan perputaran drum, kertas menyalin citra yang ada di drum.
·         Kertas yang elah menyalin citra itu dilewatkan pada fuser, yakni sepasang penggulung yang dipanaskan. Saat melewai fuser, serbuk toner meleleh dan menempel kuat pada serat kertas. Kemudian kertas dikeluarkan ke baki output.
·         Setelah citra listrik statis pada drum dipindahkan ke kertas, drum melewati lampu pembebasan. Sorotan lampu yang terang mengenai seluruh permukaan photoconducter dan menghapus citra listrik statisnya. Lalu, drum melewati kawat corona yang memberi nya muatan positif kembali
·         Proses akan diulang lagi untuk pencetakan berikutnya.

Tertulis sumbernya dari  http://emilianovianti.wordpress.com, ndak tau kalau aslinya coz lupa liat hehehe.
 http://gunakan.wordpress.com/2012/08/13/sejarah-dan-cara-kerja-printer/
(dalam hati berkata ni mahasiswa begok bener)(terimakasih kepada yang punya blog).

Kira kira bagus nggk ya???